They are employee...
Biaya Perjalanan Jakarta - Singapore - Kuala Lumpu...
KTM ooh KTM
Ducktour, atraksi biasa aja dengan kemasan luar bi...
Jakarta - Singapore - Kuala Lumpur.
Alhamdulillah
st.bagindo

Saturday, July 29, 2006

They are employee...


Ya benar kebingungan anda benar, gambar diatas adalah sebuah jamban didalam sebuah toilet. Lah, hubungannya apa dengan employee...?. Jawabannya, jelas dan pasti employee atau karyawan pastilah membutuhkan toilet, toilet dimana mereka bisa membuang yang tidak bisa lagi disimpan dan dibawa bawa. Toilet dibutuhkan dimana mana, orang orang yang sedang melakukan perjalanan kemana dan dimanapun suatu saat pasti mencari dimana toiletnya. Tetapi saya juga pernah melihat di jalanan Jakarta sebuah mobil yang cukup mahal ditempeli gambar dan yang lazim ditempel di toilet pria, mungkin sipemilik mobil orang yang selalu kebelet kali ya, atau dia malah membawa toilet umum keliling ???
Saya mau berbagi cerita tentang toilet dan kamar mandi dalam perjalanan ini. Sesaat sebelum meninggalkan Batam Center kami menyempatkan makan direstoran Padang dilantai dua, yang menurut Pak Indra enak, tapi saran saya nggak usah makan disini terlalu mahal. Waktu menunggu keberangkat ferry saya harus mengunjungi toilet disana, dan toilet yang tersedia sangat kotor dan mengeluarkan bau menyengat menyambut pengunjung yg baru masuk. Memang tipikal toilet umum di Indonesia.
Diharbourfront, sesudah pemeriksaan barang bawaan oleh custom saya langsung merayakan kedatangan pertama kali kesingapore ini dengan berkunjung ke toilet. Walau tidak terlalu bersih dan lantainya basah tidak ada bau yang menyengat disana. Hampir semua toilet stasiun MRT dan kebanyakan Mall di Singapore ditempel kertas dengan nama sipenanggung jawab kebersihannya, dan kebanyakan dari mereka adalah Chinesse yang sudah tua. Bagi umat muslim harus pintar pintar mensiasati sensor otomatis yang mengeluarkan air bilasan ditoilet modern yang ada digedung gedung mewah disini.
Hal yang sama saya lakukan sewaktu pertama turun distasiun KL Sentral diKuala Lumpur, visited its toilet, toilet mereka cukup bersih dan selalu ada yang menunggui untuk membersihkan. Kalau anda datang menggunakan KTM dan ingin mandi dan membersihkan badan di stasiun kereta KL Sentral nikmatilah kamar mandi yang menyenangkan dilantai bawah stasiun, cukup membayar RM 10 dan mandilah sepuasnya.
Kalau ke Malaysia jangan lupa ke toilet di Genting. Turun dari Cable Car anda jangan langsung belok kekanan menuju theme park-nya tapi berbeloklah kekiri dan masuklah ketoiletnya. Rasakan bagaimana dinginnya air ditoilet Genting. Dinginnya air toilet disini bagi saya cuma bisa dikalahkan oleh air pancuran ditoilet umum air terjun Lembah Anai yang berlokasi antara kota Padang dan Padang Panjang diwaktu malam hari.
They are employee..... itulah jawaban yang diberikan oleh seorang perempuan keturunan India yang berumur kira kira 25 tahunan didepan sebuah toilet yang dijaganya disebuah pusat belanja dikawasan Orchad. Jika kita memasuki toilet umum diSingapore dipintu masuknya akan menemui satu dari tiga hal; pertama -tidak ada seorangpun penjaga dan toiletnya umumnya bersih dan rapi, kedua akan menemui toilet yang tidak juga dijaga tapi ada tulisan 10 sen dicoret diikuti kata kata you don't have to pay but keep clean. Dan yang ketiga yang saya alami. Karna kebanyakan toilet dimal yang agak mewah tidak membayar sewaktu keluar dari tolilet dimal ini saya juga langsung ngloyor ngikutin yang lebih duluan. Dan teryata saya dicegat oleh sipenjaga yang tadinya sedang membersihkan lantai. Saya memberikan uang 10 sen tapi diminta lagi dengan alasan saya berdua Kevin dan harus bayar 20 sen. Karna tidak ada uang receh dan diminta dengan cara yang kurang sopan saya tanyakan sama sipenjaga kenapa pengunjung yang lain tidak bayar ? Ya anda benar jawabannya adalah...they are employee !. Luar biasa, orang Singapore gimana nggak luar biasa seorang penjaga toilet saja bisa mengingat dan memilah pengunjung toiletnya diantara ratusan dan mungkin ribuan pengunjung. Bagaikan iklan minuman energi luar..............biasa.

Tuesday, July 25, 2006

Biaya Perjalanan Jakarta - Singapore - Kuala Lumpur

Banyak orang mengatakan biaya dan harga relatif dan berbeda, dan biaya yang kami keluarkan dalam perjalanan kali ini juga akan berbeda dengan pengeluaran traveller lainnya. Supaya tidak menjadi rancu dan misleading perlu dikemukakan biaya perjalanan disini meliputi, pengeluaran untuk transportasi dari dan ketiga kota diatas, hotel dan hal yang berhubungan dengannya.
Detail pengeluaran untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak;
1. Rp. 2.445.952,-Pesawat Jakarta - Batam PP.
Menggunakan Air Asia booking 37 hari didepan. Pilihlah hari perjalanan pada weekday dan hindari weekend.
2. Rp. 70.000,- taksi dari bandara Hang Nadim ke Batam Center. Harga ini kelihatannya masih bisa ditawar, ada yang bilang bisa Rp. 60.000,-
3. Rp. 1.000.000,- @ 500.000 per porang, biaya fiskal untuk orang Indonesia yang berusia diatas 12 tahun, usia dibawah 12 tahun bebas fiskal. Untuk mempercepat proses pengurusan bebas fiskal anak anak sediakan fotocopy pasport orangtua, satu set per anak. Untuk perjalanan laut bagi pemeggang pasport hampir semua propinsi di Sumetera bebas fiskal.
4. Sin $ 64 atau S$ 13, / orang + S$ 3,- Tiket Ferry pulang pergi Batam Center - Harbourfront - Batam Center. Dari apa yang saya baca ditiket tertulis return tickets, tetapi sewaktu kembali ke Batam Center saya masih harus bayar S$ 10,- perorang. Fery yang digunakan, Wavemaster, memang kelihatannya masih baru baru dan bersih.
5. MYR 425, tiket untuk KTM dari Tanjong Pagar (Sin) - KL Center (Mal)- Tanjong Pagar. Tiketnya seperti halnya Air Asia lebih enak booking jauh hari lewat internet. Print out komputer bisa langsung digunakan untuk boarding keretanya.
6. Hotel, dari hasil surfing di internet banyak sekali hotel, hostel, maupun apartement yang disewakan dengan low budget di Singapore. Akan tetapi dengan pertimbangan membawa anak anak dan kenyamanan, kita memilih Hotel 88 Chinatown. Dengan alasan sangat dekat dengan stasiun MRT, terletak ditengah lokasi must see places, kita membayar S$ 90,- permalam / Rp. 540.000,-an dan harga yang dibayarkan, alhamdullilah, sesuai dengan harapan yang diharapkan sebagai tempat istirahat setelah perjalanan tiap hari.
7. Kita sengaja memilih kereta yang paling malam, dari Singapore jam 22.00 sampai di KL Sentral jam 07.00, begitu juga sebaliknya, selain hemat biaya penginapan 2 hari, tempat tidur yang disediakan dikereta betul betul nyaman. Silakan baca postingan lebih lengkap di Semalam Menuju Malaya dan KTM ooh KTM.
8. Taxi dari Batam Center ke Hang Nadim, fixed price, Rp. 60.000,- saya juga tidak tahu kenapa taxi pulangnya lebih murah. Mungkin ada pemikiran bahwa orang Indonesia ke Singapore membawa banyak uang dan pas balik tinggal sedikit jadi taxi juga lebih murah, maybe.
Itulah biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan ketiga kota di tiga negara tersebut, total biaya bila dikonversikan dalam rupiah diluar biaya fiskal, perorangnya adalah;
- Tiket Pesawat Jkt-Batam-Jkt Rp. 611.488,-
- Tiket Ferry Batam-Harbourfront-Batam 96.000,-
- Tiket Kereta dengan tempat tidur Sin-KL-Sin 425.000,-
- Total 1.132.488,-
- Hotel selama 4 malam @ Rp. 540.000,-
- Taksi Bandara Batam pp 130.000,-
Semoga diperjalan berikutnya bisa lebih ekonimis lagi

Saturday, June 24, 2006

KTM ooh KTM

Hari Pertama di Singapore, seperti yang sudah direncanakan, kami tidak akan menginap disana dan akan langsung ke Kuala Lumpur malam itu juga. Untuk memastikan booking dan untuk mengetahui secara pasti lokasi dan cara mencapai stasiun kereta KTM kami dari Harbourfront langsung ke stasiun MRT Tanjong Pagar. Dari stasiun MRT naik taxi $3.5,- ke railway station dan hanya 5 menit.
Distasiun, saya membatalkan tiket Alid yang sudah terlanjur dibeli online tapi batal berangkat, pegawainya cukup ramah dan mengeluarkan printed cancelation ticket, menurutnya uang pembatalan akan dikreditkan lagi kekartu kredit saya. Saat itu saya juga mengetahui tidak semua orang Singapore keturunan Melayu bisa berbahasa Melayu, English is spoken languange bagi mereka. Stasiun yang berasitektur romawi kuno itu mirip stasiun Beos di Kota, mempunyai empat tiang bergaris tengah hampir 1 meter, mempunyai langit langit yang tinggi. Boardsign / papan petunjuk didalamnya didominasi Bahasa Melayu, dan seolah olah sudah mengantar kita ke Malaysia. Dan menurut literatur yang pernah saya baca stasiun tersebut berikut tanahnya memang dimiliki oleh Negara Malaysia walaupun berada ditengah Singapore. Beda yang pasti dengan Stasiun Beos adalah adanya banyak bangku untuk duduk dengan nyaman dan tidak adanya pedagang asongan dan tentu saja tidak ada asap rokok. Sewaktu meninggalkan stasiun itu saya melihat jam tangan, waktu saat itu pukul 13.45 berarti kami masih punya banyak sekali waktu sampai jam 22.00, waktu keberangkatan kereta ke KL Sentral.
Dari Tg. Pagar Railway Stasion kami menggunakan taxi kembali ke stasiun MRT ingin melanjutkan ke Little India. Bersamaan dengan kami waktu keluar dari stasiun ada pasangan dengan 2 anak, dari bahasanya, orang Indonesia. Si Bapak kelihatan kesal dan agak marah karna tidak bisa mendapatkan tiket, sambil ngomel dan marah dia berjalan dan tidak berhenti ditempat menunggu taxi maupun bus kota. Saya dan Erni yang melihat itu punya pikiran sama orang ini pasti mau mencegat taxi diluar pagar stasiun karna antrian calon penumpang cukup panjang. Ternyata benar, dia mencoba menghentikan taxi, dan ternyata dugaan saya juga salah, dari dua taxi yang dia coba stop dua duanya menolak untuk berhenti dan tetap mengambil penumpang yang antri. Luar biasa disiplinnya.
Waktu tidak terasa bila berjalan dan berkeliling di Little India, sewaktu makan malam dengan menu Beriani, nasi khas India Selatan dan Pakistan, Erni mengingatkan agar segera pergi menuju ke railway station. Namun entah karna keletihan atau memang karna nyamannya stasiun MRT, kami sepakat untuk beristirahat dulu dan berlama lama di stasiun MRT Tg. Pagar. Toh jam masih pukul 20.20. Walaupun tidak bisa makan dan minum, istirahat di stasiun tersebut betul betul memulihkan stamina yang terkuras dari pukul 5 pagi tadi. Dan sewaktu announcer distasiun mengumumkan jadwal kereta terakhir yang melewati stasiun tersebut secara tidak sengaja saya melihat jam digital yang tergantung dilangit langit, astagafirullah jam 21.30. Pada saat itu saya baru sadar bahwa tidak seorangpun diantara kami yang menyesuaikan jam-nya ke waktu Singapore yang lebih cepat 1 jam dari Indonesia Barat. Itu artinya kereta ke KL akan berangkat 30 menit lagi. Dengan setengah berlari kami berempat naik kepermukaan. Tapi dalam hati masih agak tenang toh dengan taksi hanya butuh waktu 3-5 menit perjalanan. Tapi setelah sepuluh menit menunggu tidak ada taksi kosong yang lewat, mau coba naik bus takut nyasar. Saat itu memang jam pulang kerja orang orang Singapore yang pulang malam. Akhirnya setelah bertanya dengan seseorang yang juga menunggu taksi kami memutuskan berjalan kaki. Dan itu, adalah 15 menit yang sangat mendebarkan bagi kami dan yang pasti 15 menit yang paling melelahkan bagi Lia dan Kevin. Dengan peta ditangan saya mencoba mencari jalan paling cepat, bahkan dengan menyebrangi jalan tidak dizebra cross. Kami berlari, jalan cepat, berlari, melihat peta berlari dan berlari lagi. Dengan sedikit kepanikan plus bumbu omelan dari Erni, akhirya kami sampai jam 20.55 dan sudah ditunggu untuk boarding. Imigrasi yang memeriksa pasport menunggu dengan sabar saya membagikan pasport kepada yang lainnya dan memberikan lembaran imigrasi dengan tersenyum. Alhamdulillah, saya masih bisa menyesuaikan waktu dijam tangan diatas kereta KTM. Waktu saat itu sudah berubah menjadi 22.05, dan kereta pun mulai bergerak menuju Kuala Lumpur. KTM ooh KTM.

Friday, June 23, 2006

Ducktour, atraksi biasa aja dengan kemasan luar biasa


Pada saat merencanakan perjalanan liburan ke Singapore banyak sekali masukan yang saya baca agar ikut perjalanan yang dinamakan Ducktour. Baik situs situs resmi pemerintah Singapore maupun situs pribadi dan mailing list yang pernah saya kunjungi merekomendasikan ducktour sebagai salah satu dari a must see, bila kita berkunjung ke Singapore. Hampir semua leaflet, brosur, katalog perjalanan dan peta peta Singapore, terutama peta perjalanan merujuk kepada atraksi ini. Dengan informasi ini kami sekeluarga menetapkan Ducktour sebagai salah satu atraksi yang akan dikunjungi.
Dengan MRT, East West Line (EWL) kami menuju Suntec City Galeria, kandang si bebek perang tersebut. Turun di MRT distasiun Bugis, kita harus berjalan cukup jauh distasiun yang luar biasa luas, menurut hitungan saya stasiun ini termasuk yang terbesar diantara stasiun MRT lainnya di Singapore. Dengan petunjuk arah yang jelas, mencapai Suntec City Galeria tidak terlalu sulit. Keluar dari stasiun kita harus menyebrangi jembatan penyebrangan yang yanman karna disini untuk naik kejembatan penyebrangan disediakan eskalator, sehingga selain tidak terlalu lelah, kitapun dapat beristirahat sejenak dieskalator tersebut. Memasuki Suntec Galeria, berjalanlah lurus kearah utara sampai menemukan kandang sibebek yang berada disebelah kanan.
Ride the wacky duck. Itulah salah satu kata kata menggoda yang terpampang di tempat penjualan tiket sibebek. Disini, ditempat penjualan tiket anda jangan membayangkan tempat penjualan tiket yang berdesak desakan. Ditempat yang terbuka ini informasi dan produk cendramata ditata dengan rapi dan menarik. Selain menjual gantungan kunci, kaos, topi sebagai produk wajib didaerah wisata juga tersedia berbagai benda lainnya. Disini kita juga disediakan banyak sekali leafllet tentang Singapore yang sayang kalau tidak diambil, juga disediakan self operate coin internet computer.
Dengan membayar $ 33,- /dewasa dan $ 17,- / anak anak, kami diberikan masing masing satu pin dari kertas untuk ditempelkan dipakaian sebagai tanda pembayaran selain tiket. Atraksi dilaksanakan setiap jam sekali dengan dua bebek yang berbeda. Lima belas menit sebelum atraksi semua calon penumpang yang tadinya duduk menunggu dibangku didalam mal tersebut disuruh berbaris dalam dua barisan untuk menonton televisi yang memberikan arahan tentang perjalanan yang akan dilakukan, safety arrangements, dan not to do list. Calon penumpang dianjurkan untuk membeli pluit yang bila ditiup akan mengeluarkan suara seperti bebek yang berteriak. Dari sini calon penumpang, terutama anak anak sudah keliahatan tidak sabar untuk menaiki sibebek yang sudah parkir diluar mal dan kelihatan dari dalam. Selesai pengarahaan para calon penumpang diarahkan berjalan sejauh 20m keluar untuk menaiki sibebek.
Apakah dan bagaimanakah si bebek ini ?
Duck ini, the duck

Friday, June 16, 2006

Jakarta - Singapore - Kuala Lumpur.

Akhirnya, perjalanan yang kami, saya, lia, kevin, dan erni nantikan dan rencanakan tinggal kurang dari satu minggu lagi. Kita sudah merencanakan perjalanan ini selama lebih dari tiga bulan, dan Insyallah sesuai dengan keingan dan rencana. Ini adalah perjalanan pertama kami keluar negri bersama sama. Perjalanan ini, (kayak Ebiet aja, http://ms.wikipedia.org/wiki/Ebiet_G_Ade) direncanakan memakan waktu 7 hari dari 22 Juni sampai 28 Juni 2006. Apa yg harus ditulis diblog ini? Ya apa aja lah, tentang perencanaannya yang membuat kepuasan sendiri, tentang booking ini dan itu, tentang biaya, tentang ini, tentang itu dan tentang kita, Ebiet lagi nih.
Karna penulisan ini rencananya ongoing pastinya harus ditulis dalam beberapa judul, berapa ? blum tahu juga hanya Allah yang maha tahu. Untuk kali ini saya mau cerita dulu tentang perencanaan dan persiapannya. Rute perjalanan adalah Jakarta - Batam - Singapore - Kuala Lumpur - Singapore - Batam - Jakarta. Kami sangat jarang merencanakan perjalanan sebelumnya dengan detail tapi kali ini harus, it's a must. Sekadar sharing apa dan bagaimana perencanaan yg kami lakukan, bukan perencanaan frequent travellers lakukan.
  1. Pertama tama tentukan dulu garis besar tujuan dan itenary perjalanan
  2. Tentukan dulu berapa lama perjalanan ini akan dilakukan.
  3. Tentukan berapa budget yang dimiliki bukan berapa budget yang diperlukan
  4. Berdasarkan point 2 & 3, tentukan tujuan yg bisa diambil dari point 1
  5. Tentukan jenis perjalanan dan golongkan dalam hal yg umum, misalnya wisata belanja, jalan kaki, wisata makanan, games, park atau sight seing, dll
  6. Dapatkan informasi mengenai semua hal diatas dari berbagai media, and what you are doing now is the best, internet feds us every singgle thing we need
  7. Persiapkan semua yang mau dibawa. Kami mencatat dan melakukan persiapan dalam selembar kertas akan hal berikut yg harus dipersiapkan; dokument- dokument asli ktp, pasport, tiket pesawat & kereta, night safari plus 3 copy yang disimpan dalam tiga tempat yg berbeda dan easy to find, packers, istilah kami untuk alat pengangkut hehehe- 2 tas ransel ukuran sedang dari eager, 1 tas dompet untuk pasport, pasti ada namanya tanya Mbak Ambar dan Mas Aris di Indobacker aja, 1 tas merangkap ransel kecil Erni, 1 tas ransel kecil buat Lia dan 1 tas kecil buat uang yg akan disandang ama Erni; pakaian sesuai kebutuhan dan kapasitas packers termasuk jacket & payung dan jangan lupa sajadah, makanan, makanan apa yg kami bawa ? lengkap: rendang padang, dendeng kering, bareh randang, cabe giling kering, kerupuk lento asli Payakumbuh buat saya orang udik dari Matur sebuah kota kecamatan dipinggir jalan ke Danau Maninjau dan Puncak Lawang di timur Sumatera Barat; energen, selai, messes, indomie cup, wafer, segala macam biskuit yg bisa dibawa, untuk Kevin dan Lia yg orang Jakarta, buat Erni apa ? every kind of food she can get abroad but seafood; obat obatan dan toiletries name it, dari obat batuk, sakit perut, inhaler, hansaplast, lips gloss, sun block dll sampai tambalan perempuan dewasa- just incase; elektronik, hp dengan kartu yg bisa internasional calling, kamera plus additional memory card, last but not least uang , kita persiapkan tiga macam uang tunai, ringgit mal, dollar sin, rp. berapa ? sesuai dengan point 3 diatas dan juga kartu atm dan buku tabungan dari bank yg punya cabang di Singapore, dan pastinya kredit card. Berhubung bulan Juni dan Juli mastercard jadi sponsor resmi Singapore Sale, kita bawa mastercard aja. Dan akhirnya menunggu tanggal keberangkatan sambil tulis diblog ini
  8. Plan a walk and walk on that plan.
Ini itenarynya :
  • Hari Pertama : Jakarta - Batam - Singapore - Kuala Lumpur
  • Hari Kedua : Kuala Lumpur - Singapore
  • Hari Ketiga - Keenam : Explore Singapore
  • Hari Ketujuh: Singapore - Batam - Jakarta
Jakarta - Batam
Rencana perjalanan ini banyak terinspirasi dan tercerahkan oleh teman teman dimailing list Indobacpaker, dan beberapa blog pribadi seperti Rumahnya Pak Indra dan Mbak Ambarwati. Dari informasi yg digrap dan searching di net, memang untuk tiket Jkt-Btm-Jkt tidak ada yg lebih murah dari Air Asia, http://www.airasia.com/site/in/home.jsp. Harga tiket untuk akan lebih murah lagi bila dibookingnya lebih jauh hari, usahakan perjalanan dilaksanakan pada weekday and avoid weekend.
Perjalanan dari Sin-KL- Singapore.
Banyak yang memberikan informasi untuk rute diatas lebih murah kalau kita menggunakan bus antar kota Malaysia dari Johor, walahuallam. Saya hanya merencanakan sebanyak mungkin konfirmasi tiket sudah dilakukan dari Jkt. Untuk itu kami booking kereta tidurnya KTM, cara bookingnya online gampang, friendly user dan memuaskan, bahkan dari websitenya kita bisa melihat realtime keadaan gerbong. Harap diingat pembelian tiket online hanya bisa dilakukan max. 4 tiket untuk 1 x booking, jangan lupa register dulu sebelum booking, dan kita masih bisa melakukan perubahaan jadwal apabila perlu. Saya belum menggunakan tiket yg self printed tsb, tp bisa sharing beberapa hal. Stasiun keretanya ada di Tanjong Pagar -MRT EW15, stasiun yg berada ditanah Sin tsb dimiliki oleh Mal, mungkin pasport akan diperiksa disini. Kereta yg kita pilih adalah kereta dengan tempat berangkat dari Sin jam 10 PM. Rencananya sesampainya di Harbour Front dari Batam Center mau kesana langsung biar selfprinted tickets ini bisa dikonfirmasi terlebih dahulu, sekalian lihat lihat kondisi disana, to avoid unexpected matters. Dari images diweb kelihatannya kursi tempat tidurnya cukup bagus dan bisa buat istirahat diperjalanan. Kita sengaja ambil perjalanan yg schedulenya departure nya jam 22.00 baik dari Tanjong Pagar maupun dari Kuala Lumpur dan arrive jam 7 atau 8 pagi, dengan tujuan bisa mengemat biaya hotel 2 malam. Ini juga karna membaca dari mailing list bahwa distasiun KLnya ada kamar mandi yg cukup bersih dan layak untuk digunakan. Oiya ada tips, kalau berpergian dengan anak anak, usahakan booking orang tua dulu, kemudian booking lagi untuk anak anak. Karna tempat tidurnya bertingkat dua dan harga yang upper lebih mahal book untuk orang dewasa, dan dibawahnya book untuk anak anak. Harga tiket dewasa dan anak ada perbedaan yang signifikan jadi bisa menghemat dari dua hal, dari pemilihan seat dan dari booking passangers. Inilah enaknya booking online, bayarnya pake visa atau mastercard. Ada lagi?. Ya, kita juga bisa lihat local routes dari KTM diwebsite ini hingga bisa rencanakan perjalanan di Malaysia lebih akurat.
Singapore ....
Pinginnya booking hotel juga dilakukan dari Jkt, tapi takut kecewa dengan private sector ini kita rencananya mau langsung datang aja, come,see, book and rest. Ada beberapa hotel yg sudah masuk dalam kategori where to stay. Tapi kita berdasarkan rencana what and where to visit kita rencanakan untuk menginap disekitar, Little India, China Town atau Bugis Junction. Again ini juga dari membaca saran teman teman dimailing list dan bloggers.
Kemana dan ngapain rencananya di Singapore ?

Hari pertama

  • Konfirmasi tiket di Tanjong Pagar
  • Window shopping di Orchad
  • Ducktour
  • Lihat air mancur dan nongkrong di Suctech City
  • Berangkat ke KL Sentral dengan KTM

Hari Ketiga

  • Jurong Bird
  • Snow City
  • Night Safary
  • Center Point
  • The Heeren
  • Botanic Garden

Hari Keempat

  • Sunday Flea Market
  • G-Max
  • Sir Andrew
  • Marina City Park
  • Boat Quay
  • Sungai Raffles in the night
  • Lau Pat Sat Fast
  • Raffles Hotel

Hari Kelima di Pulau Sentosa

  • Chinesse Garden
  • Calrsberg Sky Tower
  • Dolphin Lagoon
  • Underwater World
  • Trapeezee
  • Valcanoland
  • The Merlion
  • Cable Car
  • Newtoon Food Center
  • Images of Singapore

Hari Keenam

  • Arab Street
  • Masjid Hajjah Fatimah
  • Kampung Gelam
  • Little India
  • Little India arcades
  • Cari Kari Kepala Ikan Pedas
  • Mustafa Centre
  • Pasar Malam Little India
  • Tekka Center
  • China Town
  • China Town Food St ( cari charkway, carrot cake, rojaks $5)
  • China Town Night Market near pagoda st.
  • Gua Aladin di Mustafa
  • Jamae Chulia Mosque (masjid di China Town)
  • Trengganu St.

Hari Ketujuh

  • Singapore - Batam - Jakarta
Ada bookingan lain yang udah dibuat yaitu ticket Night Safari. Kita udah booking lewat internet untuk mengunjugi kebun binatang Sin, yang lebih terkenal dengan Night Safarinya.
Untuk Hari Kedua dan Ketiga di Malaysia
  • Genting
  • Twin Tower Petronas
  • Putra Jaya
  • Keliling di KL

Inilah semua rencana yang telah kita siapkan, Insyallah semua bisa terlaksana. Dan langkah perjalanan ini akan dimulai dengan langkah pertama keluar rumah tanggal 22 Juni 2006, setelah Shalat Shubuh.

Thursday, June 15, 2006

Alhamdulillah

Alhamdullillah.

Akhirnya blog ini jadi juga. Sekian kali mencoba dan ingin membuat pada akhirnya kesampaian juga. Senang, tentu dan pastinya.

Ada tempat untuk menulis dan menulis, menulis perjalanan dan pengembaraan hidub didunia yang fana ini, insyallah blog ini ada mafaatnya buat saya sendiri, keluarga dan pembaca.


Bumi Allah, Jam 12.25 PM
Kamis, 15 Juni 2006
St. Bagindo
WATCH ME